She doesn’t dare to dream


Mba Ika sudah bekerja sebagai pembantu tante saya selama lebih dari lima tahun.

Di rumah tempatnya bekerja, Mba Ika mendapatkan akses luas terhadap informasi, mulai dari koran harian Kompas, siaran televisi lokal hingga luar negeri. Layaknya orang kota, Mba Ika pun punya handphone Blackberry.

Saya pikir semua kemewahan tersebut akan membantunya jadi orang kota, yang umumnya percaya diri. Uppss… saya salah.

Obrolan via BlackBerry Messenger (BBM) bersama Mba Ika di suatu siang.

Saya: Mba ika, mau nanya dong…

Mba Ika: Nanya apa kak uli… PING!!

(sejam kemudian)

Saya: Haha… Ga jadi. Tadinya mau wawancara.

Mba Ika: Lah kok.. emang wawancara apa? Ga salah aq yang diwawancara?

Saya: Aku kan mau nanya pendapat masyarakat. Apakah mau anaknya jadi anggota DPR. Karena menurut survei banyak yang ga mau.

Ika: Ooo… ya salah kalau kak uli nanya ama aq, aq kan cuma pembantu.

Saya: (tiba-tiba membara) Laahh… Suara rakyat… Kita semua rakyat… Semuanya penting… Makanya kalau di pemilu, coblosan presiden atau pegawai diitungnya sama: 1 aja.

IKA: Iya tp… kan mustahil banget kan kak uli.. Masak iya anak pembantu mau jadi (anggota) DPR. Oooohh… gitu maklum kita ka ga tau masalah gitu kak uli.. yang tau hanya (orang) di DPR.. Hihihi…

Saya: (sudah menyerah) Ah… Mba Ika bisa aja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s