Dilema di Jakarta


Di pagi yang biasa, saya naik mobil ke stasiun kereta, naik kereta kemudian naik angkot.

Turun di perempatan, saya memasuki shelter busway. Tak lama kemudian saya di bonceng ojek.

Hal semacam ini sudah menjadi rutinitas selama tiga bulan terakhir. Lima sampai tujuh moda transportasi saya naiki dalam satu hari dari rumah di Bintaro, kantor di Palmerah, dan tempat liputan yang tersebar dimana-mana.

Pertengahan Juni, dua orang menggugat Presiden SBY dan Gubernur DKI Jakarta Foke, setelah mereka melihat laporan Ditlantas Polda Metro Jaya bahwa orang Jakarta rata-rata menghabiskan 1.5 jam di jalan untuk pergi dan pulang kerja.

Kelihatannya kecil kan? Kalau dihitung dalam setahun, maka setara dengan satu bulan. 

Dalam kasus saya, perjalanan sehari bisa melebihi 2 jam.

Hal ini membuat saya berpikir, selama di jalan itu saya habiskan buat apa ya?

Umumnya, mata terpaku pada Blackberry untuk riset berita atau sekedar melihat joke di 9GAG. Namun, apabila kendaraan sesak dan menahan tubuh dengan dua tangan, pikiran saya entah kemana.

Dari segi biaya pun, cukup luar biasa. Memang kendaraan umum murah, namun apabila sehari bisa menaikinya beberapa kali, yah… lumayan juga.

Hal ini membuat saya berpikir, apakah sebaiknya ngekos saja di dekat kantor ya?

Dalam hal ini pun ada plus minus-nya. Kalau saya ngekos, maka saya meninggalkan kenyamanan, kebebasan dan udara segar di Bintaro.

Untuk itu saya ingin mendengarkan pendapat Anda, mana yang lebih baik dipilih:

Penghematan waktu perjalanan atau kenyamanan tempat tinggal?

4 responses to “Dilema di Jakarta

  1. Saya harap juga begitu. Sayangnya, Jakarta seperti sepotong kue yang tetap diminati ratusan orang. Sulit jadinya agar kota ini untuk senangkan semua orang.

  2. saya kira ibu Yuliasri sebaiknya menanyakan pada dua dukun cantik di Bandung soal problematika yang sedang ibu hadapi tersebut. Mungkin akan ada sedikit ritual yang harus dijalani,namun saya jamin hasilnya akan memuaskan. Jika ibu kesulitan, ibu bisa ketik Reg (spasi) YastiRia dan kirim ke nomer biasa ibu berlangakan.^ _^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s