Menyerap, Merasa dan Menulis Petualangan


Me and The Adventurer, Rob Lilwall

Dia berasal dari Inggris. Usia 27 tahun.

Ada kekosongan yang terasa dalam diri guru geografi muda ini.

Untuk menuntaskan kegelisahannya, ia bersepeda mengelilingi 27 negara di Asia dan Eropa. Dari Siberia menukik ke Australia dan berakhir di negaranya, Inggris. Ia bukan lagi guru yang menjelaskan peta dunia tetapi juga mengitarinya.

Dari petualangan tiga tahun itu, ia merasakan budaya baru, teman baru, hingga menemukan calon istrinya.
Dari situlah tercipta buku “Cycling Home From Siberia” dan enam seri perjalanannya yang ditayangkan National Geographic.

Hari pertama Ubud Writers and Readers Festival diwarnai dengan workshop menulis buku perjalanan.
Rob adalah sang guru geografi itu. Ia terlihat cukup muda, mungkin sekitar 30an. Rob penuh semangat bercerita dan ramah membagi ilmunya.

Saat bekerja sama dengan National Geographic, Rob diminta mengolah skrip serial tv-nya menjadi gabungan dua jenis perjalanan (journey), yaitu:

  • External journey: deskripsi benda, suhu, aroma.
  • Internal journey: perasaan kita.

Prinsip serial tv ini juga berlaku dalam dunia literatur. Setiap cerita harus memiliki kedua perjalanan ini. Setiap penulis dapat mengatur porsi keduanya sesuai selera.

Rob menekankan, berbagai elemen cerita perjalanan harus didasari pada naluri. Diperlukan kejujuran dalam berkarya, jangan mencoba sok lucu atau sok serius. Pada akhirnya, kekhasan diri kita malah tertutupi.

Dalam memilih angle, pertanyakan dalam diri: apakah saya cenderung menulis cerita humor, petualangan, historis, budaya atau perenungan?

Bisa saja sebuah buku terdiri dari bab-bab dengan angle yang berbeda. Akan tetapi, jangan sampai menggunakannya terlalu banyak.

Bertanyalah lagi: apakah bab ini bukan sekedar deskripsi dan menambah nilai dari buku ini secara keseluruhan? Kalau jawabannya tidak, kita harus tega menghapusnya. Biasanya, pekerjaan “tega” ini dibantu editor.

Dukungan eksternal cukup krusial dalam proses menulis. Menulislah di tempat yang nyaman agar bisa konsentrasi.

Rob menyarankan menulis di laptop tanpa sambungan internet. Jadi, kita tidak tergoda chatting atau Twitter-an.

Keluarga dan teman yang mendukung membuat proyek menulis lebih mudah. Ajak beberapa orang yang kompeten untuk menilai naskahmu.

Ada juga beberap trik menarik agar pembaca terus menyimak, misalnya menulis kutipan bab selanjutnya di akhir bab sebelumnya.

Sebelum menjalani langkah tersebut, pertama-tama: berjalan-jalanlah!
Buka segala kemungkinan. Serap pengalaman dari kelima panca indra.

Mungkin saja Anda mendapatkan kekasih, seperti yang Rob alami dapatkan dalam perjalanan sepedanya!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s