UASEP Experience


Berminggu-minggu, saya sudah meninggalkan blog ini… Rasanya cukup jahat juga… Dan dikepala saya langsung terngiang lagu Bang Toyib.

Apa yang saya lakukan selama menghilang?

Kuliah dan UTS. Yang ternyata kurang seru lagi karena kawan-kawan lama telah menghilang. Untungnya, masih ada anak angkatan 2007 yang asik dan gokil.

Selanjutnya liburan kuliah tidak saya pakai buat ngambil job training di media cetak atau membetulkan nilai “kurang membahagiakan” saat semester pendek.

Saya mengurus Unpad-Ajou Summer Program, yaitu program dua minggu kunjungan mahasiswa Ajou University, Suwon ke Unpad. Tahun lalum saya sempat menjadi seksi dokumentasi. Dan tahun ini kebagian posisi koordinator.

Sungguh… setelah menjalaninya, saya jadi menyadari beratnya beban yang dipikul koordinator tahun lalu. Komitmen yang dijalankan untuk acara ini sungguh besar. Bolak-balik Unpad hampir tiap hari, e-mail dan teleponan dengan orang Ajou. Belum lagi urusan surat menyurat dengan berbagai departemen di Unpad. Program summer ini berdasarkan MOU dua universitas, jadi artinya saya harus berhati-hati membawa nama kampus.

Tanggung jawab besar, tunjangan tak ada. Saya pun harus mengeluarkan banyak uang untuk konsumsi selama acara. Masalahnya, saya nggak mau anak Korea sakit perut gara-gara makan di pinggir jalan. Alhasil, selama dua minggu saya hijrah dari resto satu ke lainnya dan mencari makanan terrrmuraahhh!!

Akhirnya acara summer tersebut selesai, 15 anak Korea berhasil diajak berpetualang ke Bandung – Ciwidey – Pangandaran. Momen yang paling berkesan dan membuat tegang adalah saat body rafting di Green Canyon. Kita harus mendaki tebing curam dan licin, dan menyerahkan nasib kita di liukan gelombang dasyat sungai. Semuanya serba minim alat pengaman. Daki tebing curam aja, tubuh kita tidak diikatkan ke tali!!  Salah seorang peserta perempuan bilang ke saya, “Andaikan saya dateng ke Green Canyon bersama pacar, pasti saya nggak akan putus dari pacar saya. Karena kami sudah melewatkan pengalaman sangat berkesan bersama”

Akhir kata, anak-anak itu kaget, takut, sekaligus puas menghanyutkan diri di Green Canyon.  Acara selesai, kami memberi salam perpisahan di Bandara Soekarno-Hatta. Target utama acara ini tercapai: mereka pulang dengan selamat.

Kalau boleh jujur, ngurus acara ini stress-nya gede banget. Namun, saya tetap senang bisa mengajak anak Korea kenal tempat tinggal saya.  Saya merasa berhutang budi, karena saat berkuliah di Ajou, saya mendapatkan banyak kebahagiaan dan pengalaman.

Saya sungguh mensyukuri pengalaman ini. Membuat saya tahu mengenai surat menyurat, regulasi, tawar-menawar, premanisme, menahan depresi, dan keahlian aneh lainnya.

Selama menjalani badai cobaan yang berat dalam acara ini, saya berucap dalam hati:

Sesuatu yang tidak membunuhmu, menguatkanmu.

Dan, terbuktilah itu benar. Saya masih berada di sini. Alhamdulillah.

Thanks untuk seluruh panitia T’Windu, Tami, Habibi, Cinthya, Ragil, Yudha, Sandra, Achmad, Adit, Kiran dan  Pipit yang sudah bekerja dengan penuh dedikasi dan tetap tersenyum saat kita menghadapi kesulitan.

Thanks buat Mama dan Papa yang sudah mengajarkan taktik dan kiat menjadi preman.😛

Last but not least, Hubby yang super baik, penolong, dan sanggup menerima ejekan dari saya. You’re can be my work partner and boyfriend at the same time. Love u, hub!

One response to “UASEP Experience

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s