Sorry…


Kemarin, tanggal 11 Mei 2010, seharusnya saya menulis sebuah artikel untuk memenuhi janji saya menulis selama 20 hari non-stop.

Tapi, kemarin. Itu tidak terjadi…

Saat itu, saya sedang ada masalah-lelah-dan baru pulang malaaam banget….

Tapi itu bukan alasan yang baik. Alasan yang dapat dimaafkan adalah : Saya sedang liburan naik kapal, lalu tiba-tiba ada ombak besar, lalu saya terdampar sendirian di sebuah pulau tak berpenghuni, dan tidak ada laptop-hp- dan sambungan internet. Itulah alasan yang bagus…

Saya merasa kecewa, dan rasanya harus meminta maaf kepada pembaca atas hal ini.

Jadi, mungkin karena saya telah memecahkan “sumpah menulis”, saya tidak berhak makan di fashion pasta sebagai hadiahnya…

Namun, saya akan tetap menulis… Hingga hari keduapuluh itu…

Dan saya akan menulis artikel tambahan, sebagai pengganti hari kemarin yang tidak diwarnai postingan yang baru…

Dear lovely Readers,

Would you forgive me?

One response to “Sorry…

  1. Uli, to be able to grope the success we have to be able to live with failure. To be able to live with failure implicitly means to be able to get over it, reflect it, and use it as the cornerstone to the next leap. Failure is like the rock. It’s always devastating when hitting our head but it helps a lot in building a sturdy house🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s