Persimpangan Nona Sarjana


Bingung mau pilih yang mana, atau mau ambil semuanya?

Apa yang kamu pikirkan saat masuk kuliah?

Masuk jurusan hukum karena mau jadi pengacara, Fikom karena pengen jadi artis, dan lain-lain.

Dan kita “fast foward” menuju empat tahun setelah kamu dinyatakan lulus di kampus idaman. Ketika mendapat ijazah, foto di Jonas pakai toga bareng ortu.

Apakah kita memiliki impian yang sama?

Kebanyakan berbeda. Setidaknya itu yang saya lihat di pada para teman yang sudah menjadi sarjana. Sebagian besar salah jurusan atau sudah tidak berminat lagi dengan pilihan karier standar jurusannya. Anak pertanian malah jadi pegawai bank. Atau, anak hukum yang tidak suka berdebat, tidak tahan bekerja sebagai pengacara.

Banyak hal tak terduga bukan? Namun, bagi saya, seorang cewek. Langkah selanjutnya setelah menyelesaikan S1 adalah hal yang rumit. Sebelum lulus pun kita secara konstan berputar-putar pikirannya. Mari kita mulai pembahasan masalah pelik ini dengan matematika.

Misalnya, kita masuk kuliah 18 thn.

Dan kuliah dengan tertibnya, sehingga lulus tepat waktu saat umur 22 thn.

Lalu, saatnya melakukan langkah selanjutnya.

Apa saja pilihannya?

Saya sendiri belum lulus kuliah, tapi rasanya gatal untuk menulis tentang cewek “fresh graduate”, karena banyaknya curhatan bimbang dari teman-teman yang sudah lulus.

Berdasarkan berbagai obrolan dan sumber referensi lainnya yang saya dapat, berikut ini pilihan yang bisa diambil oleh cewek lulusan s1.

1. Menikah

Mungkin anda bertanya-tanya, mengapa saya menaruh ini di urutan nomor 1. Karena, itu sangat mungkin terjadi. Iya nggak? Bahkan, nggak ikut kuliah pun bisa nikah.

Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah memiliki partner hidup. Dan, di Indonesia.. kita harus melegalisir hubungan tersebut dalam badan perkawinan. Kalau tidak, maka akan disebut kumpul kebo. (Tentu saja, kumpul kebo punya image yang negatif. Udah jelas, yang berkumpul itu dua manusia. Tapi, dikatain kebo. Parah banget kan?

Langkah ini bisa diambil kalau sudah kebelet kawin, orang tua semakin melankolis karena ingin nimang cucu, hingga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ada ungkapan, bagi cewek yang menikah, bahwa mereka hanya mengurus SUMUR, DAPUR, KASUR.

Mengerti artinya? Kalau begitu saya jelaskan singkat.

Sumur : berkaitan dengan air. Yang jelas, intinya pekerjaan laundry, mulai dari nyuci sampai setrika.

Dapur : Masak, tentunya!

Kasur:  sepertinya orang-orang sudah paham, jadi nggak perlu dijelasin lagi dong..😛

Nah, apakah kamu cewek yang sanggup memenuhi tiga UR ini? Atau, kamu berpikir “Gila aja… masak gue ngurus itu aja. Gelar sarjana gue mau diapain??”

Kalau itu sih, tergantung cowoknya juga. Mengizinkan ceweknya berkarier atau kuliah lagi atau nggak.

Jadi, teliti sebelum memilih ya…

2. Wanita Karier

Misalnya kamu adalah mahasiswa gemilang, IP diatas 3.5, lalu langsung keterima bekerja begitu lulus. Mantap nggak sih?

Ini adalah jalur yang saya minati, karena mama saya adalah wanita karier. Dengan bekerja, kita bisa menghasilkan uang dan bersosialisasi di lingkungan kerja. Ada achievement yang bisa dibanggakan.

Kata mama saya gini, ” Sebagai cewek, untuk mandiri secara finansial itu penting. Jadi, nggak bergantung sama pemberian suami.”

Kalau dipikir-pikir, bener juga sih. Terutama, kalau kita adalah cewek yang banyak maunya. mau beli Crocs baru lah, mau mobil bagus, mau ini itu… Nah, kalau bergantung ama suami ada dua kemungkinan. Pertama, kasian suaminya uang hasil kerjanya dibeliin buat hal yang kurang penting. Kedua, suaminya nggak sanggup, dan sang cewek hanya mampu menahan kesal.

Hal yang harus diperhatikan jadi wanita karier adalah harus kerja keras menguras keringat.

3. Kuliah lagi!

Selama hidup ini, dari TK kecil sampai lulus kuliah, manusia menghabiskan waktu untuk 18 tahun untuk belajar.

Truss… setelah itu mau kuliah lagi??? 

Boleh-boleh aja, kita kan hidup cuma sekali. Jadi, ambil ilmu sebanyak-banyaknya.

Gelar s2 bisa diraih dalam 2-3 tahun. Kalau nggak pake beasiswa butuh dana yang nggak sedikit lho… Untungnya sekarang banyak yang menawarkan beasiswa ke dalam dan luar negeri. Kesempatan semacam ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Setelah selesai s2, otak lebih berisi, dan lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang metereng. Asik dong? Lalu apa masalahnya??

Masalahnya kemungkinan adalah pada jodoh. Kenapa?

Cewek ini sudah “terlalu” hebat. Sebagian cowok-cowok yang tadinya naksir langsung berpaling. Penyebabnya adalah nyalinya yang menciut. Merasa kalau cewek ini levelnya sudah beda. Hmm… sayang juga sih… Apalagi kalau cowok yang naksirnya cakep😛

Saya bukan cerita ini dengan mengarang. Hal tersebut saya dengar dari cerita para tante yang suka chit chat.

Kalau kamu sudah jenius setelah berkuliah lagi, berdoalah… Semoga ada cowok tampan dan sukses yang punya nyali besar untuk naksir kamu. Istilahnya begini: Nggak apa-apa ribuan ikan teri kabur dari jaring kamu, kalau akhirnya kamu berhasil nangkap satu ikan paus! Keren nggak?

4. Banting Setir

Kamu udah capek-capek kuliah dan bikin skripsi tentang planet Pluto, Eh… taunya kamu malah punya minat terhadap dunia anak. Lalu, kamu memutuskan jadi guru TK!

Mungkin, saat mengambil tindakan “banting setir” banyak orang yang mencibir, atau mama kamu nangis-nangis karena bete udah bayarin kamu kuliah eh… taunya kurang dimanfaatkan, atau pas temu alumni, kamu jadi  “trending topic” alias diomongin!

Tapi banyak orang bilang, kerja itu ikutin passion. Kemana hati kamu mengarah. Dan bila mengerjakan sesuatu yang kamu minati maka kamu akan mengerjakannya dengan sepenuh hati dan kamu pun jadi lebih enjoy. Untuk gambaran jelasnya mari kita main matematika lagi:

Umur saat mulai bekerja misalnya 23 thn.

Perkiraan umur pensiun 55 thn.

55 – 23 = 32 tahun bekerja.

Itu adalah jangka waktu yang lama, hampir setengah masa hidup. Lalu, apakah kita akan mengisi 32 tahun itu untuk pekerjaan yang kita sukai? Atau, yang kita benci dan malah bikin stress melulu?

5. Nggak mau jadi pegawai. Langsung jadi Bos aja!

Ada nggak jalur karier seperti ini? Ada, yaitu jadi wirausaha!

Seandainya, kamu adalah orang yang nggak suka disuruh-suruh orang dan pengen mengatur, mungkin kamu milih jadi pengusaha. Tapi, jadi pengusaha itu susah susah gampang (kata “susah” ditulis dua kali karena saya sudah pernah nyoba jadi pengusaha, dan ternyata susah bener!)

Butuh determinasi, keyakinan, visi, dan keahlian lainnya untuk jadi pengusaha. Butuh pula modal (bisa kredit atau mempertaruhkan celengan satu-satunya). Ada banyak yang gagal. Dan, beberapa berhasil dengan luar biasa dan jadi kaya raya!

6. Pengangguran

Ini bukanlah pilihan karier. Tapi, saya tetap menulisnya karena banyak terjadi di Indonesia.

Sebanyak 4.516.100 dari 9.427.600 orang yang masuk kategori pengangguran terbuka Februari 2008 adalah lulusan SMA, SMK, program diploma, dan universitas. Rendahnya daya adaptasi lulusan sekolah formal memenuhi tuntutan pasar kerja kian menjadi persoalan mengatasi pengangguran.

Ironisnya, kondisi ini berlangsung saat perekonomian Indonesia mencapai pertumbuhan tertinggi selama 10 tahun terakhir, yakni 6,3 persen. Pemerintah harus lebih fokus pada peningkatan kompetensi dan keahlian angkatan kerja untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja baru.

Demikian salah satu poin yang mencuat dari laporan Tren Ketenagakerjaan dan Sosial di Indonesia 2008 Organisasi Buruh Internasional (ILO). Ekonom ILO Jakarta, Kee Beom Kim, Kamis (21/8) di Jakarta, mengatakan, sebanyak 50,3 persen penganggur tahun 2007 berpendidikan SMA dan lebih tinggi.

harian umum Kompas, 22 Agustus 2008

Sayang sekali kalau sudah capek-capek belajar tidak dimanfaatkan. Kasian mama papa yang sudah bayar uang sekolah dari TK – Kuliah.

Mau Jadi Apa?

Semua hal tergantung pada kamu, mau dengan konfigurasi “kerja-nikah” “s2-kerja-nikah” atau “nikah-s2-kerja. Yang penting, kita dapat memberikan efek positif pada sesama.

Before you agree to do anything that might add even the smallest amount of stress to your life, ask yourself: What is my truest intention? Give yourself time to let a yes resound within you. When it’s right, I guarantee that your entire body will feel it.

Oprah Winfrey

4 responses to “Persimpangan Nona Sarjana

  1. uliiiiii….. seems like my story… wkwkwk
    persimpangan dan gundah gulana seorang fresh graduate… :p
    hm.. tapi menurut aku meskipun kita seorang cewe, mandiri secara finansial dan juga ‘otak’ yang cukup adalah hal yang penting.. kalau kita sebagai perempuan udah sekolah terus cuma menuhin 3UR itu, kayanyaa…..
    yaa at least sekolah lagi atau langsung cari kerja…🙂
    makasih ya lii buat tulisannya.. hohoho…
    doakan aku…..😀

    • Hehehe…
      Jadi, malu euy…
      Memang tulisan ini terinsipirasi dari kelulusan lo dan curhatan temen gue yang disuruh kawin ama ibunya…
      Otomatis, dua kejadian ini membuat gue berpikir: Apa ya yang akan gue lakukan kalau udah lulus?

      Maka, jadilah artikel ini…

      Goodluck, Fetty…
      Success right in front of you!

  2. hoy! bagus jg nih tulisan lo,Li! Memberikan gw inspirasi biar cpt2 lulus trs kuliah lg.hehehe..amiiin!
    doakan lah,,semoga bisa kembali ke negara penghasil beer terbesar di dunia 2 tahun lg.amiin!

    • Thank you, Yas…
      Semoga kita berdua cepat lulus, karena sekarang kita sudah keitung telat lulus…🙂

      Yasti, ntar lo balik yang jelas kita bersenang-senang dulu ya…
      Berenang, makan, dugem… Relaksasi untuk menghadapi tantangan… Hahahaha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s