Hot-POP-Stuff

Saat saya tinggal di Korea selama empat bulan (Agustus-Desember 2009), saya begitu merindukan Indonesia. Untuk tahu perkembangan terbaru, saya sering buka Kompas.com, Detik.com, chat di Yahoo Messanger dan tentunya Facebook-an.

Berbagai cara tersebut cukup mengobati kerinduan saya. Tadinya, saya pikir walaupun tidak di Indonesia, akan tahu perkembangan terbaru dan tergaul di sana. Namun, saat saya pulang, ternyata banyak hal yang berubah. Dan, saya tidak mengetahuinya.

Dunia berubah dengan cepat. Itu hanyalah ilusi.

Yang sebenarnya terjadi adalah manusia terus berbuat berbagai hal sehingga tanpa sadar dunia pun diubah olehnya.

Hal yang paling membuat takjub ketika pulang adalah munculnya tren-tren di kalangan anak muda. Dan, sampai sekarang beberapa tren tersebut masih terjadi. Berikut ini beberapa item yang bikin heboh remaja Indonesia:

1. Blackberry

Blackberry tidak hanya menghubungkan orang yang berjauhan dengan koneksi 24 jam-nya, tetapi juga berhasil membuat “Blackberry Autism Syndrome”. Nggak usah cari di Wikipedia, istilah ini saya buat sendiri. Seenggaknya, kamu sering kan melihat orang sibuk sendiri dengan BB-nya dan lupa sekitar? Atau, itu terjadi pada kamu?

Ada orang yang bijak menggunakan BB, ada pula yang tidak. Namun, saya pernah melihat adanya korban dari sindrom ini. Suatu hari, di sebuah restoran di Bandung, datanglah se-grup keluarga siap bersantap. Mereka memesan makanan, lalu saat menunggu pesanan datang, BB pun jadi pelipur lara. Ayah, Ibu, anak laki, anak perempuan sibuk dengan BB. Yang menyedihkan adalah, mereka sedang bersama neneknya. Ujung-ujungnya, sang nenek malah dicuekin. :(  

2. Frozen Yoghurt

Saat saya jalan-jalan ke mall, sekarang jadi banyak toko yang menjual frozen yoghurt. Mulai dari J.Cool dari J.Co, Red Mango, Sour Sally, Yoghurt City, dll. Harganya pun lumayan menguras uang jajan 30-50 ribu. Tapi kok, banyak ya anak muda yang datang kesana. Apa makin banyak anak muda kaya?

Saya jadi teringat saat masa SMP, tumbuh tren toko Crepes. Di tiap mall, dimana-mana ada crepes. Dan, semuanya penuh! Kini, kita jarang menemukan toko crepes. Tren telah menyurut. Apakah frozen-yoghurt akan menemukan nasib yang sama?

Kalau sesuai pelajaran marketing sih, tiap produk ada life cycle-nya. Sederhananya, ada kelahiran-tren-penurunan-kematian dalam setiap produk. Untuk mengakalinya, sebuah produk harus diolah dengn inovasi. Nah, mari kita buat berinovasi!

3. Politik!!

Inilah topik yang paling ribet dan nggak ada ending-nya. Politik di Indonesia banyak warnanya, liukannya, kejutannya. Nggak jauh beda sama Dufan. Walau begitu, kita tetap harus tahu masalah ini.

Kalau kamu akrab ama BB dan Frozen Yoghurt, kamu anak gaul. Tapi, saat ditanya politik nggak tahu.. Orang akan meragukan isi kepala kamu.

Harus tetap up-to-date. Caranya buka koran, kompas.com, atau time.com. Gampang kan?

Sebagai tes, berikut ini nama-nama yang berkaitan dengan topik politik masa kini: Sri Mulyani, KPK, Gayus Tambunan, Susno Duadji, Aburizal Bakrie.

Kalau kamu tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka. Jangan tunda lagi, cari tahu secepatnya.

4.   4l4y

Tentunya, kamu sudah tahu apa itu alay. Menurut saya sih, alay adalah sesuatu yang berhubungan dengan mencoba jadi gaul tapi gagal. Nulis pake huruf gede-kecil, diselingi 4n6k4 (angka), atau boros kata, misalnya “kaaamoee laaghiee appha siechh?”. Juga, ada kaitannya dengan musik: suka band alay yang seliweran di acara musik pagi, semacam Kangen Band, ST12, Armada, Daun, Wali, Angkasa, The Sisters, The Adlys, dan lainnya.

Kalau saya sih tidak menyalahkan atau membenarkan alay. Itu adalah pilihan style seseorang. Kalau alay masuk kedalam kepribadiannya, maka menjadi alay adalah hal yang tepat.

Berdasarkan ciri-ciri alay di atas, saya sebenarnya sedikit alay juga sih. Saya suka beberapa lagu ST12  :P

 

 

Sekian dulu postingan hari ini. Saya baru membahas 4 hal yang lagi “in” di Indonesia. Besok, saya akan buat bab 2 nya, mungkin. Jadi, kalau ada yang punya ide tentang apa yang harus dibahas. Silahkan share di sini.

Terima kasih.

 

The Only Problem of Sri Mulyani: She’s Too Awesome!

Kali ini yang menjadi topik ter-Hot di negeri ini, mulai dari di koran, televisi, facebook, sampai menjadi trending topic di twitter adalah (Kalau kamu nggak tahu, itu kebangetan banget) :

Sri Mulyani Indrawati alias SMI

Source: ANTARA/PRASETYO UTOMO

Rasanya tidak perlu membeberkan panjang lebar mengenai siapa dan apa yang terjadi padanya.

Yang jelas, kita tahu bahwa ia adalah mereformasi Kementerian Keuangan, mendapat belasan penghargaan sebagai Menteri Keuangan terbaik, dan… tersandung oleh masalah Century karena keputusan bail out-nya.

Sampai sekarang, belum ada fakta yang kuat mengenai salah-benarnya keputusan SMI. Yang terlihat, adalah orang-orang DPR berpendapat dan KPK yang menginterogasinya.

Setelah kemarin Presiden “merelakan” SMI untuk jadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, media makin ramai. Di kompas.com ada seorang kader partai yang menuduh bahwa ini adalah tindakan penyelamatan Bank Dunia pada antek pintar-nya. Koalisi Anti Utang hari ini mengadakan konferensi pers dengan mengatakan fakta yang tak jauh berbeda. Mereka pun menyertakan sebuah contoh penyelamatan yang pernah dilakukan Bank Dunia terhadap pejabat negara pada tahun 2004. Bahkan, mereka pun bilang SMI sebagai bagian dari mafia Berkeley!

Ini fakta atau pendapat? Karena belum ada bukti pasti, maka saya anggap itu pendapat.

Dan omong-omong mengenai pendapat, Rhenald Kasali hari ini pun menulis sebuah artikel mengenai SMI di harian Kompas.

Rhenald menceritakan tentang betapa sulitnya menjadi “agen perubahan” di Indonesia.

Sementara itu di dunia ekonomi, di perusahaan-perusahaan, para pembuat perubahan dicari untuk diberhentikan, seperti yang dialami Rini Soewandi yang dianggap berhasil mengawal Astra Internasional dari krisis (1998). Ia diberhentikan secara tragis sebagai CEO oleh BPPN, padahal media masa memberikan penghargaan sebagai CEO terbaik (Kompas, 9/2/2000).

Pada tahun 2009, masalah serupa dihadapi Ari Soemarno setelah tiga tahun memimpin perubahan yang dianggap berhasil di Pertamina. Dan, tahun ini, kita menyaksikan umpatan-umpatan tidak sedap, bahkan tuntutan hukum terhadap Sri Mulyani.

Rhenald Kasali, http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/06/0432580/ekonomi.ri.tanpa.sri.mulyani

Melalui artikelnya, Rhenald menyatakan bahwa banyak orang hebat Indonesia yang diumpat di negerinya sendiri, namun menjadi orang terpandang di negeri orang. Dan kini, SMI yang banyak dicaci dan diadili di Indonesia akan menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.  Bukankah itu aneh?

Saya menjadi teringat sebuah pepatah Jepang: “memukul paku yang menonjol”

Secara umum, pepatah ini menggambarkan sifat keseragaman yang ingin melenyapkan sesuatu yang berbeda.

Untuk nasib yang menimpa SMI di Indonesia, pepatah ini saya artikan, SMI terlalu berani melakukan perubahan, terlalu pintar, terlalu berprestasi. Akhirnya, SMI menjadi orang yang menonjol di lingkungannya. SMI adalah “sang paku yang menonjol” yang dipaksa menjadi rata-rata dengan “dipukul” kasus Century.

Apakah ini adil?

Apakah sebegitu sulitnya menjadi orang hebat di Indonesia?
Kalau anda menemukan bahwa artikel saya ini memihak pada SMI, silahkan… Toh, itu sah-sah saja kan?

Saya sudah menyediakan fakta dari dua sisi, pendapat miring tentang SMI, dan pendapat positif.

Pendapat negatif yang saya muat adalah dari seorang kader partai dan Koalisi Anti Utang.

Yang positif dari Rhenald Kasali.

Mana yang anda lebih percaya?

Saya sependapat dengan Guru Besar Manajemen Universitas Indonesia itu. Juga, sependapat dengan banyak orang Indonesia yang memuat status fb dan twitter yang umumnya positif tentang SMI. Saya percaya pada belasan media internasional kredibel yang menobatkannya sebagai Menteri Keuangan terbaik.

Mungkin, DPR mayoritas telah memberikan penilaian yang buruk mengenai SMI. Lalu, mengapa saya dengar masyarakat umum yang berpendapat positif? Siapa yang anda percaya?

Saya percaya rakyat.

Jadi, sebagai kesimpulan dari “risalah” ini adalah:

Apabila anda berencana menjadi orang hebat di Indonesia.

Apakah Anda punya nyali untuk menerima jutaan tekanan layaknya SMI?

Saya harap walau pun banyak cobaan yang akan datang, ada banyak ORANG INDONESIA yang berani jadi ORANG HEBAT!