Kali ini yang menjadi topik ter-Hot di negeri ini, mulai dari di koran, televisi, facebook, sampai menjadi trending topic di twitter adalah (Kalau kamu nggak tahu, itu kebangetan banget) :
Sri Mulyani Indrawati alias SMI
Rasanya tidak perlu membeberkan panjang lebar mengenai siapa dan apa yang terjadi padanya.
Yang jelas, kita tahu bahwa ia adalah mereformasi Kementerian Keuangan, mendapat belasan penghargaan sebagai Menteri Keuangan terbaik, dan… tersandung oleh masalah Century karena keputusan bail out-nya.
Sampai sekarang, belum ada fakta yang kuat mengenai salah-benarnya keputusan SMI. Yang terlihat, adalah orang-orang DPR berpendapat dan KPK yang menginterogasinya.
Setelah kemarin Presiden “merelakan” SMI untuk jadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, media makin ramai. Di kompas.com ada seorang kader partai yang menuduh bahwa ini adalah tindakan penyelamatan Bank Dunia pada antek pintar-nya. Koalisi Anti Utang hari ini mengadakan konferensi pers dengan mengatakan fakta yang tak jauh berbeda. Mereka pun menyertakan sebuah contoh penyelamatan yang pernah dilakukan Bank Dunia terhadap pejabat negara pada tahun 2004. Bahkan, mereka pun bilang SMI sebagai bagian dari mafia Berkeley!
Ini fakta atau pendapat? Karena belum ada bukti pasti, maka saya anggap itu pendapat.
Dan omong-omong mengenai pendapat, Rhenald Kasali hari ini pun menulis sebuah artikel mengenai SMI di harian Kompas.
Rhenald menceritakan tentang betapa sulitnya menjadi “agen perubahan” di Indonesia.
Sementara itu di dunia ekonomi, di perusahaan-perusahaan, para pembuat perubahan dicari untuk diberhentikan, seperti yang dialami Rini Soewandi yang dianggap berhasil mengawal Astra Internasional dari krisis (1998). Ia diberhentikan secara tragis sebagai CEO oleh BPPN, padahal media masa memberikan penghargaan sebagai CEO terbaik (Kompas, 9/2/2000).
Pada tahun 2009, masalah serupa dihadapi Ari Soemarno setelah tiga tahun memimpin perubahan yang dianggap berhasil di Pertamina. Dan, tahun ini, kita menyaksikan umpatan-umpatan tidak sedap, bahkan tuntutan hukum terhadap Sri Mulyani.
Rhenald Kasali, http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/06/0432580/ekonomi.ri.tanpa.sri.mulyani
Melalui artikelnya, Rhenald menyatakan bahwa banyak orang hebat Indonesia yang diumpat di negerinya sendiri, namun menjadi orang terpandang di negeri orang. Dan kini, SMI yang banyak dicaci dan diadili di Indonesia akan menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Bukankah itu aneh?
Saya menjadi teringat sebuah pepatah Jepang: “memukul paku yang menonjol”
Secara umum, pepatah ini menggambarkan sifat keseragaman yang ingin melenyapkan sesuatu yang berbeda.
Untuk nasib yang menimpa SMI di Indonesia, pepatah ini saya artikan, SMI terlalu berani melakukan perubahan, terlalu pintar, terlalu berprestasi. Akhirnya, SMI menjadi orang yang menonjol di lingkungannya. SMI adalah “sang paku yang menonjol” yang dipaksa menjadi rata-rata dengan “dipukul” kasus Century.
Apakah ini adil?
Apakah sebegitu sulitnya menjadi orang hebat di Indonesia?
Kalau anda menemukan bahwa artikel saya ini memihak pada SMI, silahkan… Toh, itu sah-sah saja kan?
Saya sudah menyediakan fakta dari dua sisi, pendapat miring tentang SMI, dan pendapat positif.
Pendapat negatif yang saya muat adalah dari seorang kader partai dan Koalisi Anti Utang.
Yang positif dari Rhenald Kasali.
Mana yang anda lebih percaya?
Saya sependapat dengan Guru Besar Manajemen Universitas Indonesia itu. Juga, sependapat dengan banyak orang Indonesia yang memuat status fb dan twitter yang umumnya positif tentang SMI. Saya percaya pada belasan media internasional kredibel yang menobatkannya sebagai Menteri Keuangan terbaik.
Mungkin, DPR mayoritas telah memberikan penilaian yang buruk mengenai SMI. Lalu, mengapa saya dengar masyarakat umum yang berpendapat positif? Siapa yang anda percaya?
Saya percaya rakyat.
Jadi, sebagai kesimpulan dari “risalah” ini adalah:
Apabila anda berencana menjadi orang hebat di Indonesia.
Apakah Anda punya nyali untuk menerima jutaan tekanan layaknya SMI?
Saya harap walau pun banyak cobaan yang akan datang, ada banyak ORANG INDONESIA yang berani jadi ORANG HEBAT!
